MAKALAH

MEMAHAMI AYAT-AYAT AL-QUR’AN DAN AL-HADIST TENTANG TOLERANSI DAN ETIKA PERGAULAN

DisusunOleh :
ROFIKUL ANAM

UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA(UII) STAIM
FAKULTAS TARBIYAH SEMESTER 3A
2012
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang masalah.
Pendidikan Al-Qur’an dan Hadist di Madrasah Aliyah sebagai landasan yang integral dari pendidikan Agama, memang bukan satu-satunya faktor yang menentukan dalam pembentukan watak dan kepribadian peserta didik, tetapi secara substansial mata pelajaran Al-Qur’an dan Hadist memiliki kontribusi dalam memberikan motifasi kepada peserta didik untuk mempraktekkan nilai-nilai keyakinan kegamaan (tauhid) dan Ahlaqul karimah dalam kehidupan sehari-hari. Mata pelajaran Al-Qur’an Hadist adalah bagian dari mata pelajaran Pendidikan Agama Islam pada Madrasah Ibtidaiyah yanbg dimaksud untuk memberikan motivasi, bimbingan, pemahaman, kemampuan dan penghayatan terhadap isi yang terkandung dalam Al-Qur’an dan Hadist sehingga dapat diwujudkan dalam pertilaku sehari – hari sebagai manifestasi iman dan taqwa kepada Allah SWT.

1.2 Rumusan Masalah.
Memahami ayat-ayat al-qu’ran dan al-hadist tentang toleransi dan etika pergaulan.

1.3 Tujuan penulisan.
Sejalan dengan persoalan yang telah dikemukakan diatas, penulisan makalah ini bertujuan untuk :
1. Untuk mengetahui Telaa’ah materi Al-quran Hadist Madrasah Aliyah dari kelas dua semester 2 sampai kelas tiga.
2. Memberikan penjelasan tentang surah-surah yang akan dipelajari.
3. Dapat mengetahui metode yang tepat dilakukan dalam pembelajaran.

BAB II
PEMBAHASAN

KELAS XII SEMESTER II
1. Memahami ayat-ayat al-Qur’an dan hadist tentang toleransi dan etika pergaulan.
1.1 Mengartikan Q.S. al-kafirun: 1-6; Q.S. Yunus: 40-41; Q.S. Al-kahfi: 29; Q.S.Al-Hujurat; 10-13 dan hadist tentang etika pergaulan.

Al-Qur’an surah Al-kafirun ayat 1-6
Artinya: “katakanlah (Muhammad); hai orang-orang kafir. Aku tidak akan menyembah (Tuhan) yang kamu sembah. Dan kamu tidak usah menyembah (Tuhan) yang aku sembah. Dan aku tidak akan pernah menyembah (Tuhan) yang kamu sembah. Dan kamu tidak akan pernah menyembah (Tuhan) yang aku sembah. Bagimu agamamu dan bagiku agamaku” (Q.S. Al-Kafirun:1-6) [8]

Al-Qur’an surah Yunus ayat 40-41
Artinya: “Dan diantara kamu ada orang-orang yang beriman kepada (Al-Qur’an),dan diantaranya ada (pula) orang-orang yang tidak beriman kepadanya. Dan Tuhanmu lebih mengetahui orang-orang yang berbuat kerusakan. Dan jika mereka tetap mendustakan kamu (Muhammad), maka katakanlah; Bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu. Kamu berlepas diri dari apa yang kamu kerjakan, dan aku pun berlepas diri dari apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. Yunus:40-41)

Al-Qur’an surah Al-Kahfi ayat 29
Artinya: “Dan katakanlah (Muhammad); “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu, maka barang siapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barang siapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir. Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang-orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan mereka meminta pertolongan (minum), niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih menghanguskan muka. (Itulah) minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.” (Q.S. Al-Kahfi: 29)

Al-Qur’an surah Al-Hujurat ayat 10-13
Artinya: “Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara, karena itu damaikanlah kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat. Hai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olokan kaum lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang memperolok-olokkan) wanita-wanita lain, (karena) boleh jadi wanita-wanita yang (diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita yang (memperolok-olokkan). Janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu saling panggil gelar-gelar yang buruk. Panggilan yang buruk ialah (panggilan) yang buruk (fasik) sesudah beriman. Dan barang siapa yang tidak bertaubat ,maka mereka itu lah orang-orang yang zalim. Hai orang-orang yang beriman. Janganlah banyak prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Suka kah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaramu yang sudah mati; maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhny Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhmya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang-orang yang paling bertakwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi MahaMengenal.” Q.S. Al-Hujurat:10-13)

Hadist tentang etika pergaulan
عمروبن عن شعيب عن ابي هريرة رضي الله عنهما قال : قال رسول الله صلي الله عليه وسلم : خمس من حق المسلم على المسلم ردالتحية واجابة الدعوة وشهودالجنازة وعيادة المريض وتشميت العاطش اذاحمدالله . ( رواه ابن ما جه)
عن مقدام بن معدي قال : قال النبي صلى الله عليه وسلم : مثل المؤمنين فى توادهم وتراحمهم وتعاطفهم كمثل الجسد, اذااشتكى منه عضو تدا عى له سائرالجسد بالسهروالحمى . (رواه البخارى ومسلم)

Artinya: “Dari Amer bin Syu’aib dari Abu Hurairah r.a. berkata; Rasulullah saw. bersabda; Ada lima kewajiban seorang mukmin untuk memenuhi hak muslim yang lain; yaitu, 1) menjawab salam 2) memenuhi undangan 3) menghadiri kematian 4) menengok orang sakit 5) mendo’akan orang yang bersin ketika memuji Allah” (H.R. IbnuMajah)
“Dari miqdam bin Ma’di berkata; Rasulullah saw. bersabda; Gambaran antara sesama mukmin dalam saling mencintai, mengasihi dan berbagi rasa bagaikan tubuh manusia, bila satu anggota daintaranya sakit maka seluruh anggota akan merasakan gundah atau sakit panas.” (H.R.Bukhari dan Muslim)
1.2 Menjelaskan kandungan Q.S. Al-Kafirun:1-6; Q.S. Yunus:40-41; Q.S. Al-Kahfi:29; Q.S. Al-Hujurat:10-13 dan hadis tentang etika pergaulan.

1. Q.S. Al-Kafirun ayat 1-6
Surat Al-Kafirun menjelaskan bahwa umat islam harus memilik isikap toleransi terhadap sesama, baik dalam kehidupan social ekonomi, politik, budaya maupun agama. Dengan sesama umat yang seagama kita harus saling menghormati dan menghargai, meskipun terdapat perbedaan mazhab, sekta, paham keagamaan dan lainnya. Kepada sesama pemeluk agama kita harus saling menghormati, bersikap toleran dan menghargai agama dan keyakinannya masing-masing.

2. Q.S. Yunus ayat 40-41
Ayat ini menjelaskan bahwa Islam adalah agama yang sangat toleran. Tidak ada paksaan untuk memeluk suatu agama, termasuk agama islam. Namun jika seseorang telah menyatakan diri masuk islam maka ia dituntut untuk melaksanakan ajaran islam dalam kehidupan sehari-hari.

3. Q.S. Al-Kahfi ayat 29
Ayat ini mengandung makna bahwa di dunia ini tidak semua orang beriman kepada Allah SWT.., diantara manusia manusia penghuni muka bumi ini ada saja yang enggan dan menolak beriman kepada Allah SWT. Mereka enggan menerima Islam sebagai agama yang harus dianutnya, dan senantiasa memilih menjadi kafir sesuai dengan keyakinannya.

4. Q.S. Al-Hujurat ayat 10-13
Ayat ini menjelaskan bahwa seorang muslim yang beriman adalah bersaudara dengan muslim yang lainnya. Persaudaraan mereka tidak terhalang oleh genetika dan keturunan, melainkan di ikat oleh agama dan keimanan.

5. Hadist tentang etika pergaulan
Dalam hadist yang pertama Rasulullah saw. Menjelaskan bahwa setiap muslim mempunyai hak dan kewajiban yang mendasar atas muslim yang lainnya. Misalnya, menjawab salam, memenuhi undangan, menghadiri jenazah, dan sebagainya. Hal tersebut tampak sederhana, tapi sesungguhnya mengandung hikmah dan manfaat yang cukup besar bagi terciptanya tata pergaulan yang harmonis damai.
Dalam hadis yang kedua, Rasulullah saw. menjelaskan bahwa persatuan dan kebersamaan umat islam itu harus dijalin dengan baik, tidak hanya persaudaraan fisikal tapi juga persaudaraan batin, yang menyangkut rasa, hati, jiwa. Dengan demikain, satu sama lain saling mendukung dan menyempurnakan kekurangan saudaranya, menikamat ikeberhasilan saudaranya, saling menasihati dalam kebaikan dan sebagainya

BAB III
ANALISIS

Setelah kami menela’ah dan mengklasifikasikan materi Al qur’an Hadist Madrasah Aliyah, yaitu sebagai berikut:

a. Aspek kognitif.
Di dalam mata pelajaran Al-qur’an hadist siswa akan mendapat banyak pengetahuan tentang agama yang meliputi pengetahuan Memahami ayat-ayat al-qu’ran dan al-hadist tentang toleransi dan etika pergaulan, berkompetisi dalam kebaikan, amar ma’ruf nahi mungkar, ujian dan cobaan dan masih banyak lagi.
Siswa disuguhi beberapa materi tentang ayat-ayat Al-qur’an dan disitu dijelaskan tentang isi kandungannya dan manfaat mengaplikasikan ayat tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Mengartikan Q.S. Al-qashas 79-82, Al-isra’ 26-27-29-30, Q.S. Albaqarah:177, menjelaskan kandungannya, disitu para siswa akan mengetahui dan mendaatkan pengetahuan tentang semua itu.

b . Aspek afektif.
Setelah para siswa mempelajari dan memahami ayat-ayat Al-qur’an , mereka dituntut untuk bisa menerapkan dan mengamalkan isi kandungan ayat tersebut agar menjadi manusia yang pandai dan bersyukur kepada Allah. Mereka sebisa mungkin dibiasakan untuk bersikap dan berperilaku menurut isi kandungan ayat-ayat tersebut misalnya, pola hidup sederhana, berkompetisi dalam kebaikan, melakukan amar ma’ruf nahi mungkar dll.
Para siswa disuruh untuk Memahami ayat-ayat al-qu’ran dan al-hadist tentang toleransi dan etika pergaulan, menerapkan perilaku berkompetesi dalam kebaikan, melaksanakan amar ma’ruf nahi mungkar dan menerapkan perilaku tabah dan sabar dalam menghadapi ujian dan cobaan dalam kehidupan sehari-hari.

BAB IV
PENUTUP

A. Simpulan.
Agama memiliki peran yang amat penting dalam kehidupan umat manusia. Agama menjadi pemandu dalam upaya mewujudkan suatu kehidupan yang bermakna, damai dan bermartabat. Menyadari betapa pentingnya peran agama bagi kehidupan umat manusia maka internalisasi nilai-nilai agama dalam kehidupan setiap pribadi menjadi sebuah keniscayaan, yang ditempuh melalui pendidikan baik pendidikan di lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat. Pendidikan Al-Qur’an dan Hadist di Madrasah Aliyah sebagai landasan yang integral dari pendidikan Agama, memang bukan satu-satunya faktor yang menentukan dalam pembentukan watak dan kepribadian peserta didik, tetapi secara substansial mata pelajaran Al-Qur’an dan Hadist memiliki kontribusi dalam memberikan motifasi kepada peserta di diperuntukan mempraktekkan nilai-nilai keyakinan kegamaan (tauhid) dan Ahlaqul karimah dalam kehidupan sehari-hari. Mata pelajaran Al-Qur’an Hadist adalah bagian dari mata pelajaran Pendidikan Agama Islam pada Madrasah Ibtidaiyah yang dimaksud untuk memberikan motivasi, bimbingan, pemahaman, kemampuan dan penghayatan terhadap isi yang terkandung dalam Al-Qur’an dan Hadist sehingga dapat diwujudkan dalam pertilaku sehari – hari sebagaimana ifestasi iman dan taqwa kepada Allah SWT
.
B. Saran.
Telaa’ah materi Al-qur’an Hadist adalah suatu penyelidikan pada materi yang menjadi bahan untuk diujikan dan dievaluasi kembali kebenaran dari materi tersebut. Pada materi Al-qur’an hadist Madrasah Aliyah sudah baik, namun ada bebrapa sub bab yang perlu di perbaiki.

DAFTAR PUSTAKA

H.A. Wahid sy. 2008. Al-qur’an Hadist Madrasah Aliyah kelas XI Semester I dan II. Bandung: CV Armico.

H.A. Wahid sy. 2008. Al-qur’an Hadist Madrasah Aliyah kelas XII Semester I dan II. Bandung: CV Armico.

________________________________________

KATA PENGANTAR

Bismillahirohmanir rohim
Segala puji bagi Allah yang dengan kasihnya telah melimpahkan rohmat dan karunianya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul
“MEMAHAMI AYAT-AYAT AL-QUR’AN DAN AL-HADIST TENTANG TOLERANSI DAN ETIKA PERGAULAN”

Penulis menyadari bahwa didalam pembuatan makalah ini berkat tuntunan Allah SWT dan tidak lepas dari bantuan berbagai pihak untuk itu dalam kesempatan ini penulis menghaturkan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar – besarnya kepada
Bapak Ibnu selaku dosen Materi PAI MA dan semua teman-teman yang turut mendukung dan memberi masukan dalam pembuatan makalah ini.
Penulis menyadari dalam pembuatan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, maka dari itu penulis dengan rendah hati dan tangan terbuka menerima saran dan kritikan guna dalam penyempurnaan makalah ini. Penulis berharap Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi yang membaca. Amin……
Alhamdulillahir robbil alamin

Madiun

Penulis

DAFTAR ISI

Kata Pengantar……………………………………………………………….
Pembahasan……………………………………………………………………………..
 Memahami,ayat-ayat al-Qur’an dan hadis tentang toleransi dan etika pergaulan.
 Hadist tentang etika pergaulan
Analisis…………………………………………………………………………….
Penutup……………………………………………………………………………………….
 Kesimpulan dan saran…………………………………………………………………….
 Daftar pustaka…………………………………………………………………………………………..